Saturday, April 24, 2010

Live Sport : Man. United Vs Tottenham Hotspur


MANCHESTER, Fantasista - Manchester United and Tottenham Hotspur are both carrying the same target when meeting in the Premier League, to win, Saturday (04/24/2010). Different result than that can disperse the champion ambition for MU or finish in the big four for Tottenham.

Manchester United is currently in second place with 76 points, or minus one point from Chelsea. Given that Chelsea will play against Stoke on Sunday (25/04/2010), victory over Tottenham would bring MU to the top as well as giving pressure on Chelsea.

Tottenham itself was in fourth place with 64 points, or just two points ahead of Manchester City. They are ready to play all-out for finishing in the big four ambition, such as when defeating Arsenal and Chelsea in their last two games of the Premier League.

Besides relying on his own effort to finish in big four, , Tottenham are also hoping for Arsenal to help them by beating City, Saturday (24/04/2010). That way, Tottenham will secure their position by five points different from the City. Or, even less, at least they are still ahead of Arsenal.

Even so, Tottenham coach Harry Redknapp has warned his troops that the Arsenal-City duel is just a bonus, and the success or failure can only be determined by their own efforts at Old Trafford.

For Tottenham, the target of finishing in the top four is as important as the Manchester United target to win the Premier League. Unfortunately, they can not fulfill that target together. In order to fulfill the ambition, one team must defeat the other team. If so, who will stand proud at the end of the game?

Watch the battle between defending champion and dark horse team here in Live Streaming Sport Channel Fantasista Saturday (04/24/2010) at 12:45 pm

Thursday, April 22, 2010

Cruyff's Recipe for Barca to Beat Inter


BARCELONA, Fantasista - Former Barcelona coach, Johan Cruyff, have a recipe for Barca to get past Inter Milan in the Champions League semi-final. Here's the recipe.

Cruyff, who planted the total football system at Barca, judge there are two things that cause Barca's first defeat in the semi-final matches on Tuesday (20/4/2010). The first was related to the Barcelona game itself. "Blaugrana" was indeed superior first, but according to Cruyff, Barca could not maintain it because of the wrong tactic.

"Barcelona had scored first, but useless. They could not maintain the 1-0 advantage," Cruyff wrote in his article in El Periodico.

"We must minimize the risk and, more than that, the mistakes in the building the attack. Three goals (Inter) created after losing the ball and the wrong position. We made many mistakes, not just in one European semi-final, but also against the team as strong as Inter, "he said.

On the second leg, Barca needs to win 2-0 to qualify for the final. However, Cruyff added, Barca should not satisfied by tying the score aggregate. To win more than two goals in a game becomes an absolute requirement at Camp Nou next week.

"We should try to play like we did in the last 20 minutes (in Milan) besides playing with our head. Two goals (in the second leg) may not be enough for Barca. We need three but surely we have a chance to break into them," he asserted.

Beside the game, the second reason, Cruyff has also highlighted the role of officials in the success Barca into the final. If the referee in the second leg is just like in the first leg, it will be difficult for Xavi Hernandez and his teammates to get succeed easily.

"I do not usually speak about referees. Beside, because they need and should be respected, also because I think it was useless," said Cruyff.

"However, the game last night deserves a comment. I make it clear that referees made mistakes (especially if the line judge was not helping) to see an off-side done by (Diego) Milito on the third goal, also not giving a penalty for (Dani) Alves but the referee should not impose all the mistakes and always, always against Barcelona, "he said.

Referee problems were highlighted by Barcelona players, especially Xavi who protested against the decisions of the referee Olegario Benquerenca. Coach Josep Guardiola was also surprised by the number of offense that made by his players, which turns out more than the Inter players.

Wednesday, April 21, 2010

The Cause of Barca Losing to Inter


BARCELONA, Fantasista - Marca reported, as against Inter Milan in the Champions League semi-final first leg on Tuesday (20/4/2010), Barcelona travel a shorter distance than when the first leg against Arsenal in the Champions League quarter-final.

As against Arsenal, Barcelona reached the distance covered 113.91 km. However, when against Inter, they just covered 104.11 km.

According to Marca, it was related to the limited movement of five Barcelona players due to Inter tight pressing. They are Dani Alves, who ran 1.11 km less than that when the duel versus Arsenal, Sergi Busquets (-1.64), Xavi Hernandez (-1.24), Pedro (-1.36), and Zlatan Ibrahimovic (-1.87). Just for the record, the game against Arsenal, Ibrahimovic played for 76 minutes and 61 minutes when against Inter.

On the other hand, Marca said this quality degradation against Inter was caused by long travel as far as about 1000 kilometers from Barcelona to Milan. Barcelona forced to do this because of the ban on flying in most parts of Europe. This ban was made because of the volcanic ash from the mountain that erupted in Iceland.

This quality degradation led to the defeat of 1-3. Although the second leg match next week in Barcelona, a two goals deficit is not a problem that can be easily accomplished, even by teams who finish the year in 2009 with six titles.

Sunday, April 18, 2010

Totti pun Minta Maaf Kepada Lazio


Roma, Fantasista - Pelatih Lazio, Eduardo Reja, mengecam keras tindakan Francesco Totti pasca derby ibukota. Maka kapten AS Roma itu pun meminta maaf jika rivalnya itu tersinggung karena ia hanya ingin merayakan kemenangan.

Laga Lazio kontra Roma yang berakhir 1-2 untuk tim tamu memang berjalan sangat panas dan sengit dari awal. Terbukti wasit harus mengeluarkan sembilan kartu kuning dan satu kartu merah dalam pertandingan itu.

Usai laga itu Lazio mendapat perlakuan tak mengenakkan dari Totti. Di depan fans Roma, pemain usia 33 tahun itu mengangkat dua jempolnya ke udara namun dalam posisi terbalik. Dan itu dianggap sebagai sebuah penghinaan oleh Reja dan ia pun meminta Totti dihukum 10 laga.

Merasa lawan berang atas tindakannya tersebut, Totti pun langsung menghaturkan maaf dan menilai apa yang dilakukan itu hanya sebatas euforia kemenangan saja, dan tak ada maksud untuk melecehkan 'Tim Elang Ibukota'.

Baginya wajar jika sebuah pertandingan antar tim sekota berlangsung dengan panas. Dan ia pun tak masalah dengan apa yang dilakukan para pemain Lazio di masa lalu yang sempat bersikap seperti Totti barusan.

"Saya meminta maaf jika ada yang merasa tersakiti karena cara saya dalam merayakan kemenangan ini. Saya membiarkan diri saya larut dalam atmosfer dan gairah kemenangan ini. Tapi saya tidak bermaksud menyakiti siapa pun," ujar Totti di Football Italia.

"Derby antara kami dan Lazio ya seperti ini dan setiap orang di Roma tahu itu dengan baik. Saya tidak kecewa jika seseorang menggunakan foto saat saya sedang menunjukkan sikap provokatif untuk memanas-manasi para pemain di Formello (tempat latihan Lazio)," sambungnya.

"Di masa lalu banyak pemain termasuk Biancocelesti merayakan secara berlebihan . Yang ada adalah selebrasi dan perlakukan sarkasme di akhir laga itu semakin mewarnai atmosfer yang sudah terasa di kota ini," pungkasnya.

Tak Ada Alibi dari Wenger


London - Arsenal terancam harus puasa gelar lebih lama lagi. Memang perjalanan The Gunners musim ini banyak mengalami rintangan. Namun Arsene Wenger tak mau menjadikan itu semua sebgai alibi.

Cedera pemain menjadi salah satu faktor yang mengganggu perjalanan tim London Utara itu. Nyaris selama setengah musim Tim Gudang Peluru tampil tanpa striker Robin van Persie.

Mendekati akhir perjalanan kompetisi, derita Arsenal bertambah. Kapten sekaligus motor permainan Cesc Fabregas harus menepi akibat cedera.

"Saya tidak ingin menggunakan cedera sebagai alasan," demikian Wenger seperti dilansir dari situs resmi klub.

"Ketika Anda sudah memimpin 2-0 dan Anda merupakan pemain dari Arsenal Football Club, saya yakin bahwa Anda tidak akan menggunakan kata cedera sebagai alasan Anda kalah," tambahnya. Wenger hendak merujuk pada kekalahan timnya dari Wigan Athletic, Minggu (18/4/2010) malam WIB.

Menghadapi The Latics, salah satu penyebab kekalahan Arsenal adalah kesalahan kiper Lukasz Fabianski saat mengantisipasi bola yang membuat gawang tim London Utara bobol. Hasil negatif ini membuat usaha Arsenal untuk menjuarai Liga Primer semakin berat.

"Semua orang punya pendapat. Saya tetap punya alasan untuk keputusan itu (menurunkan Fabianski) dan saya membiarkan orang lain untuk berpendapat. Saya yakin bahwa Anda tidak akan mengatakan bahwa kami kalah karena kesalahan kiper," cetus Wenger.

"Saya tidak ingin membebankan kesalahan pada satu orang saja untuk penampilan hari ini. Saya menilai tim sudah tampil baik," pungkas manajer Arsenal sejak 1996 itu.

Pertarungan Jauh dari Usai


Madrid, Fantasista - Hasil seri yang dipetik Barcelona, dipadu dengan kemenangan Real Madrid, membuat jarak kedua tim kembali rapat. Para pemain Madrid kompak menyebut pertarungan jauh dari usai.

Pada Senin (19/4/2010) dinihari WIB, Madrid sukses mengatasi perlawanan Valencia 2-0. Dua gol Los Merengues diciptakan oleh dua andalannya, Cristiano Ronaldo dan Gonzalo Higuain.

Hasil ini membuat Madrid merapatkan jarak ke Barcelona yang sehari sebelumnya ditahan Espanyol. Bila Barca mengoleksi 84 poin, maka Madrid membuntuti dengan 83 angka.

"Kami membuktikan bahwa liga masih jauh dari usai. Kami harus memenangi setiap pertandingan untuk menekan Barcelona," seru pemain Madrid Guti Hernandez di situs resmi klub.

"Kami harus membuat mereka merasakan bahwa kami semakin mendekati mereka setiap pekan. Barcelona dan Real Madrid adalah dua tim terbaik di Liga, pemenangnya adalah yang terbaik dari sekarang sampai akhir," imbuhnya.

Keyakinan serupa diungkapkan oleh Higuain. Apalagi, di lima laga tersisa, lawan yang harus dihadapi Madrid justru relatif lebih enteng ketimbang yang harus dihadapi Barca.

"Kami tak pernah menyerah dan bermain bagus, khususnya di babak pertama. Ada lima pertandingan tersisa dan banyak poin tersedia. Keunggulan Barcelona di atas kami sangat tipis," ujar Higuain.

Di lima laga tersebut, Madrid akan menghadapi Real Zaragoza (tandang), Osasuna (kandang), Mallorca (tandang), Athletic Bilbao (kandang) dan Malga (tandang). Dari lima lawan itu, di atas kertas cuma Mallorca yang berpotensi menyulitkan.

Bandingkan dengan jadwal Barca yang masih harus meladeni Villarreal dan Sevilla (dua-duanya tandang), selain juga menghadapi Xerez, Tenerife dan Valladolid (semua kandang). Itu belum terhitung agenda Liga Champions yang harus dilakoni Los Azulgrana.

"Saya tak tahu apakah kami akan juara, tapi kami harus mengambil poin lebih banyak karena kami cuma kalah satu dibanding Barcelona. Kami akan bertarung hingga titik darah penghabisan," tekad Fernando Gago, gelandang Madrid.

Memburu Modal di Leg I


Fantasista - Semifinal Liga Champions leg I akan dihelat. Menilik catatan di babak sebelumnya, tim tamu akan berusaha sekuat tenaga agar setidaknya meraih hasil imbang untuk modal di leg kedua sekaligus memperbesar kans lolos.

Bayern Munich dan Inter Millan akan bertindak sebagai tuan rumah di leg pertama ini. Inter menjamu Barcelona di Giuseppe Meazza, Rabu (21/4/2010) dinihari WIB, sementara Bayern di Allianz Arena akan menanti Lyon, Kamis (22/4/2010) dinihari WIB.

Sebagai tuan rumah, Inter dan Bayern di atas kertas akan memiliki keuntungan pada pertemuan pertama ini karena tampil di hadapan mayoritas pendukungnya. Jika kedua tim sukses memetik kemenangan, ini jelas akan menjadi modal bagus untuk leg kedua sekaligus menebalkan keyakinan diri, lebih-lebih karena melihat hasil di perempatfinal.

Pada babak tersebut, tiga dari empat tim yang berposisi sebagai tuan rumah di leg I dan berhasil memetik kemenangan kandang, sama-sama sukses melaju ke semifinal saat ini. Bayern menang 2-1 lawan Manchester United, Lyon menang 3-1 lawan Bordeaux dan Inter menang 1-0 dari CSKA.

Hanya Arsenal yang tak kuasa memaksimalkan pertemuan pertama di kandang karena tak bisa menang dan hanya main imbang 2-2 lawan Barcelona. Ketidakmampuan itu dibayar mahal karena Barca kemudian menggila di leg II dengan menang 4-1 di Camp Nou.

Dengan berdasarkan catatan tersebut, Inter dan Bayern tak pelak akan kian percaya diri jika sukses menang di leg pertama. Sebaliknya, Barca dan Lyon akan berusaha sekuat tenaga untuk setidaknya memetik hasil imbang dalam usaha memuluskan jalan ke final.

Lantas, bagaimana dengan peluang kedua tim tuan rumah di leg I ini jika dilihat dari statistik pertemuan kontra lawannya masing-masing? Mari kita telaah satu persatu.

Dicatat Soccerpunter, Inter sudah empat kali bersua Barca di ajang Liga Champions, yakni dua kali di musim 2002-03 dan kemudian musim ini saat bertarung di fase grup. Rekam jejak pertemuan ini sama sekali tak memihak Inter karena tak pernah bisa menang dari Barca.

Dua kali Nerazzurri hanya bisa bermain 0-0 saat menjamu Barca, dan kemudian selalu keok di Camp Nou. Inter digebuk 0-3 pada 19 Februari 2003, kemudian kalah 0-2 pada 25 November 2009.

Entah apakah dominasi Barca atas Inter itu akan terus berlanjut kali ini. Yang pasti, Inter takkan mau menyerah begitu saja setelah kembali hadir di semifinal pertamanya semenjak 2002-03. Apalagi sang allenatore Jose Mourinho juga sedang berusaha menajamkan catatan dengan mengantar tiga klub berbeda ke final Liga Champions.

Beralih ke duel Bayern kontra Lyon. Berbeda dengan laga Inter kontra Barca, rekam jejak duel wakil Jerman dengan wakil Prancis ini masih seimbang. Dari enam pertemuan, baik Bayern dan Lyon sama-sama sudah menang dua kali, imbang dua kali dan kalah dua kali pula.

Pada pertemuan terakhir yang terjadi di babal 16 besar Liga Champions musim 2008-09, Bayern diimbangi Lyon 1-1 di Jerman kendati kemudian berbalik menang 3-2 di Prancis untuk lolos ke perempatfinal.

Sekali lagi, statistik ini hanya akan jadi sekadar jadi catatan belaka karena pada akhirnya hasil di lapangan nanti-lah yang akan benar-benar jadi hitungan.


Head to Head Inter-Barca

UEFA-Champions-League-2009-2010
Barcelona vs Inter Milan 2:0 25.11.2009
Inter Milan vs Barcelona 0:0 17.09.2009

UEFA-Champions-League-2002-2003
Inter Milan vs Barcelona 0:0 27.02.2003
Barcelona vs Inter Milan 3:0 19.02.2003


Head to Head Bayern-Lyon


UEFA-Champions-League-2008-2009
Lyon vs Bayern Munich 2:3 11.12.2008
Bayern Munich vs Lyon 1:1 10.2008

UEFA-Champions-League-2003-2004
Bayern Munich vs Lyon 1:2 06.11.2003
Lyon vs Bayern Munich 1:1 22.10.2003

UEFA-Champions-League-2000-2001
Lyon vs Bayern Munich 3:0 06.03.2001
Bayern Munich vs Lyon 1:0 22.11.2000